Polisi Amankan Beberapa Orang Diduga Provokator Kerusuhan Di Gedung YLBHI

Beberapa orang yang diduga sebagai provokator yang menyebabkan terjadinya kerusuhan dalam kasus penyerbuan dan pengepungan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) diamankan oleh pihak kepolisian, dimana sampai saat ini pihak Mabes Polri masih melakukan pendalaman terkait peristiwa yang terjadi tersebut.

Menurut keterangan yang didapat dari Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto disebutkan nbahwa pihaknya telah mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokator terkait peristiwa kerusuhan tersebut.

“Ada beberapa orang yang diamankan yang ditengarai sebagai provokator karena memang sudah diimbau supaya (penyerbuan) enggak dilakukan,” tutur Irjen Pol Setyo.

Latar belakang beberapa orang yang telah diamankan oleh pihak kepolisian ini akan diperiksa lebih lanjut.

Irjen Pol Setyo Wasisto juga menerangkan perihal awal mula kejadian yang menyebabkan ratusan orang mendatangi Kantor YLBHI dan mengepung samapi terjadinya aksi kerusuhan padadinihari tadi, dimana dikatakan bahwa bermula dari adanya informasi bahwa di tempat tersebut sedang diadakan seminar tentang kejadian tahun 65 yang mana acara tersebut belum meminta izin terlebih dahulu kepada pihak kepolisian.

Mendengar informasi tersebut massa yang berjumlah ratusan orang kemudian mendatangi dan mengepung kantor LBH yang terletak di jalan Pangeran Diponegoro No. 74,Menteng,Jakarta Pusat tersebut pada Minggu malam (17/9/2017).

Massa terlihat mulai berkumpul sejak jam 21.00 WIB dimana semakin lama semakin banyak jumlah orang yang berkumpul di sdepan Kantor LBH tersebut. Saat itu massa yang menduga di dalam gedung sedang diadakan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan PKI (Komunis) terus memaksa masuk ke dalam gedung serta memaksa agar kegiatan di dalam segera dihentikan.

Polisi kemudian menghentikan acara seminar yang membahas” pelurusan sejarah Tahun 65″ tersebut karena tidak adanya surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian,

Situasi makin memanas dimana menjelang dinihari beberapa kelompok massa yang terus memaksa untuk memasuki gedung bertindak anarkis dengan melempari gedung serta pihak polisi yang mencoba menghalang dengan menggunakan botol dan batu.

Pihak kepolisian yang awalnya berusaha melakukan upaya persuasif namun tidak berhasil akhirnya mengerahkan “Water Cannon” untuk membubarkan aksi tersebut.

 

Be the first to comment

Komentar Anda