Bom di dua Gereja Koptik Mesir 31 Orang tewas

Berita Kompas- Bom di dua gereja Koptik Mesir, Sedikitnya 31 orang tewas dan puluhan luka dalam serangan bom tersebut. Sementara itu Paus Tawadros II, kepala Gereja Koptik, sedang menghadadiri misa di dalam gereja saat terjadi serangan itu.

Seperti yang diberitakan, dua bom meledak di dua gereja saat ibadah Minggu Palma menjelang Paskah di Kota Tanta dan Alexandria, Mesir. Dan Klaim ini dilansir kantor berita Reuters, yang mengutip Amaq -kantor berita yang terafiliasi dengan ISIS.

Organisasi teroris itu mengaku kelompok yang terafiliasi dengan mereka yang melakukan kedua serangan itu

Dalam ledakan sebelumnya di Gereja Mar Gigris atau St. George di kota Tanta, yang terpisah sejauh 120 km, 25 orang tewas.

Data ini dilansir pihak Kementerian Kesehatan Mesir,tak lama setelah peristiwa ledakan bom. Ledakan di Tanta ini terjadi dari bom yang sebelumnya dipasang di dalam ruang ibadah. Persisnya di baris depan ruang ibadah. Dan Serangan kedua terjadi beberapa jam setelah itu di pelataran Katedral Koptik di Kota Alexandria. Kemudian Ledakan bom ini menewaskan 11 orang dan melukai 40an lainnya. Ledakan di Alexandria ini disebut terjadi akibat serangan bom bunuh diri.

Menurut laporan media, Paus Tawadros tidak terluka. Menurut sekretarisnya, serangan di Iskandariyah dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri. Dan Ledakan itu terjadi saat kaum Kristen Koptik merayakan Minggu Palma, salah satu hari paling suci dalam kalender Kristen, menandai masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem.

Aparat melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya bom atau bahan peledak lain.

“Sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang jadi korban pada peristiwa tersebut,” kata Duta Besar Indonesia di Mesir, Helmy Fauzi. Kekerasan terhadap kaum Kristen Koptik telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Mesir, terutama sejak 2013, ketika militer menggulingkan presiden terpilih, Mohammad Morsi dan melancarkan tindakan keras terhadap kalangan Islam radikal.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, bulan Februari lalu, mengancam akan melancarakan lagi serangan terhadap orang-orang Koptik, yang mencakup sekitar 10% dari penduduk Mesir.

 

Be the first to comment

Komentar Anda