Fidelis Merawat Sang Istri dengan Ganja Lalu Berujung Tragis

Berita Kompas- Fidelis, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau ini menanam ganja untuk untuk mengobati penyakit istrinya, yang didiagnosa menderita syringomyelia (tumbuhnya kista berisi cairan (syrinx) di dalam sumsum tulang belakang).

Fidelis Arie Sudewarto (36) saat ini hanya bisa pasrah. Sejak petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau menangkapnya karena menaman 39 batang pohon ganja (cannabis sativa) pada 19 Februari 2017 yang lalu, saat itu pula upayanya merawat sang istri, Yeni Riawati berakhir.  Setelah sang suami ditangkap BNN , Yeni tidak lagi mendapat pengobatan ekstrak ganja. Selma 32 hari Fidelis di tahanan, Yeni menghebuskan napas terakhirnya.
Senin (27/3/2017) dengan pengawalan ketat petugas BNNK Sanggau dan petugas kepolisian dari satuan Shabara Polres Sanggau, Fidelis mendatangi dirumah duka.

Ia langsung menemui sang buah hati. Ia terlihat berbicara dengan anaknya. Kemudian memeluk, mencium, dan menggendong.

Pernikahan Fidelis dan Yeni dikaruniai dua orang anak, yaitu Yuvensius Finito Rosewood (15) dan Samuel Finito Sumardinata (3).  Sementara Yeni merupakan guru Bahasa Inggris di SMP negeri 3 Mukok.

Menurut pihak keluarga, Fidelis Ari Sudarwoto terpaksa menggunakan ganja sebagai alternatif pengobatan setelah upaya medis, alternatif dan orang pintar, tidak menunjukan tanda-tanda kesembuhan.

Fidelis mengobati istrinya dengan ganja,Karena hasil penelusuran  di beberapa situs berbahasa asing.mendapatkan informasi di dunia maya bahwa obat yang cocok untuk penyakit langka istrinya adalah ekstrak ganja.
Dan terbukti, sejak mengkonsumsi ekstrak ganja, tanda-tanda kesembuhan sang istri mulai terlihat.

“Yang sebelumnya susah tidur, setelah mengkonsumsi ekstrak ganja, bisa nyenyak, yang mulanya susah makan, kini sudah mulai makan, yang semula tidak mau berbicara, kini sudah pandai bercerita, termasuk cerita masa lalunya,”jelas suaminya.

“Sejak menggunakan ekstrak ganja itu memang adik ipar saya sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan,” kata Yohana, kakak kandung Fidelis Ari Sudarwoto. Dan Pihak keluarga sangat berharap Fidelis bisa dibebaskan kasus hukum, bertemu dengan anaknya.

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyesalkan langkah Badan Narkotika Nasional [BNN ) yang menangkap dan menahan Fidelis Ari. Mereka menilai, Fidelis tidak seharusnya ditangkap karena menanam ganja untuk pengobatan isterinya.

Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat Yohan Misero mengatakan, Undang-Undang Narkotika saat ini memang tidak mengakomodir penggunaaan ganja untuk tujuan medis. Oleh karenanya, UU nomor 35 tahun 2009 ini harus segera direvisi.

 

Be the first to comment

Komentar Anda