Program Tax Amnesty Resmi Berakhir 31 Maret

Berita Kompas- Pelaksanaan program tax amnesty atau pengampunan pajak telah usai. Program tersebut resmi berakhir pada 31 Maret 2017 pukul 23.59 WIB.  program tax amnesty yang telah bergulir selama hampir 9 bulan resmi berakhir. Animo peserta tax amnesty di detik-detik terakhir masih sangat besar.

Berdasarkan SPH atau Surat Pernyataan Harta dalam data statistik tax amnesty, total harta yang dilaporkan mencapai Rp 4.855 triliun.
Terdiri dari deklarasi harta dalam negeri Rp 3.676 triliun dan deklarasi harta luar negeri mencapai Rp 1.031 triliun. Sedangkan komitmen penarikan dana dari luar negeri (reptriasi) mencapai Rp 147 triliun.

Sedangkan total uang tebusan berdasarkan SPH yang masuk mencapai Rp 114 triliun. Rinciannya, uang tebusan dari orang pribadi non UMKM sebesar Rp 91,1 triliun, dan orang pribadi UMKM sebesar Rp 7,73 triliun.

Kemudian, uang tebusan dari badan non UMKM Rp 14,6 triliun, dan badan non UMKM Rp 656 miliar. Ditjen pajak mencatat penerimaan negara dari program tax amnesty mencapai Rp 135 triliun, meliputi uang tebusan Rp 114 triliun, pembayaran bukti permulaan Rp 1,75 triliun, dan pembayaran tunggakan Rp Rp 18,6 triliun.

Ditjen Pajak mencatat program tax amnesty hingga pukul 00.00 WIB telah diikuti oleh 956 ribu peserta berdasarkan Surat Penyertaan Harta (SPH).
Dari jumlah tersebut, menurut catatan Ditjen Pajak, ada 44 ribu wajib pajak baru yang mengikuti program tax amnesty. Hal ini menjadi salah satu modal awal bagi Ditjen Pajak untuk melakukan reformasi pajak.
“Yang (wajib pajak) baru ada 44 ribu, itu yang belum pernah punya NPWP,” ujar Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi di Gedung Mar’ie Muhammad Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (31/3).
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah wajib pajak baru akan terus bertambah menjelang penutupan tax amnesty. Sebab, kantor pajak akan tetap buka hingga di atas pukul 00.00 WIB.
Hal ini pun dapat menjadi modal bagi pemerintah untuk melakukan reformasi pajak. Nantinya, reformasi akan dilakukan mulai dari sistem hingga internal Ditjen Pajak.
“Kita perbaiki bisnis proses. SDM kami perbaiki dari karier (karyawan Ditjen Pajak) kami perbaiki,”  katanya.

 

Be the first to comment

Komentar Anda