Hujan Meteor pada 4 January 2017

Awal 2017 ini banyak kejadian fenomenal akan terjadi, salah satunya yaitu hujan meteor Quandrantid yang akan mencapai puncaknya pada 4 january ini.

Hujan meteor Quadrantid adalah salah satu hujan meteor yang terbaik dalam setahun. Jumlah meteor mencapai 100 buah per jam. Asal radian dari hujan meteor ini adalah di dekat rasi Bootes, yang terletak di belahan langit utara.

Sedikit berbeda dengan penamaan hujan meteor lainnya, hujan meteor ini dinamakan sesuai dengan rasi yang kini sudah tidak ada lagi. Rasi yang dimaksud adalah Quadran Muralis. Rasi yang ditemukan oleh J. Lalande pada tahun 1795 ini terletak dekat ekor dari Ursa Major, di antara Bootes dan Draco. Rasi ini menunjukkan alat mural quadrant, yang biasa digunakan untuk menentukan posisi benda langit.

Hujan meteor ini terjadi pada pekan pertama Januari, dengan puncaknya berada pada tanggal 3 Januari. Rasi Bootes akan terbit sekitar pukul 2 dini hari, sehingga hujan meteor ini akan dapat disaksikan dengan lebih baik sekitar pukul 3, setelah arah radiannya sudah cukup tinggi di langit sebelah timur.

Fenomena ini pertama kali diamati pada tahun 1825. Namun posisinya yang berada jauh di utara menyebabkan hujan meteor ini sering tidak dapat diamati dengan baik. Karena di bulan Januari, belahan bumi utara mengalami musim dingin, sehingga langit tidak terlalu bersahabat. Selain itu juga karena puncak dari hujan meteor ini hanya berlangsung sekitar 2 jam saja.

Berbeda dengan kebanyakan hujan meteor lainnya, asal material hQuandrantid ini tidak diketahui dengan pasti. Dugaannya adalah komet yang menjadi sumber hujan meteor ini sudah hancur sejak lama.

Di kutip dari Mirror , Selasa (3/1/2017), Quadrantid biasanya dilihat oleh penduduk yang menetap di dekat Sungai Mississippi setiap tahunnya. Kali ini, intensitas puncaknya diperkirakan 60 sampai 120 meteor per jam.

Fenomena ini juga dapat disaksikan di Indonesia tetapi kondisi cuaca harus mendukung diantaranya kondisi langit gelap gulita, cuaca cerah, dan bebas polusi cahaya.

Bagi kamu yang mengamati Fenomena ini di daerah perkotaan, kemungkinan tidak bisa menyaksikan intensitas ini.

Enam jam sebelum dan sesudah mencapai puncaknya, meteor-meteor yang ‘berjatuhan’ akan muncul dengan cahaya biru yang disebabkan oleh magnesium dalam meteor yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.

Selain hujan meteor, Venus atau Bintang Kejora juga akan mencapai elongasi terbesarnya pada 12 Januari 2017, tepatnya berada dalam sudut pandang 47,1 derajat dari Matahari.

Venus akan berada di titik tertinggi di atas cakrawala pada langit malam (waktu UTC). Planet kedua dari Matahari tersebut akan mencapai magnitudo -5,1–yang berarti sangat terang–menjadi benda langit paling terang ketiga setelah Matahari dan Bulan.

 

Be the first to comment

Komentar Anda